Text
Tetap di Sini
“Aruna datang ke kampus dengan niat sederhana: belajar, bertahan, dan tidak menonjol. Tapi sebuah undangan kecil dari sahabat menyeretnya ke komunitas musik—tempat kabel bisa kusut, gosip bisa tajam, dan panggung selalu menuntut keberanian.
Di sanalah ia bertemu Damar, sosok yang dingin sekaligus jujur, Nadine yang terlihat selalu sempurna, Bagas yang tegas, juga sahabat-sahabat yang jadi jangkar.
Antara catatan rapi dan cahaya sorot, Aruna belajar bahwa “tetap” bukan tentang janji muluk, melainkan keberanian untuk hadir—meski salah paham, meski ada luka. Auditorium tua itu akhirnya jadi rumah, dan cinta menemukan bahasanya.”
Tidak tersedia versi lain